Pengalaman Belajar Al-Qur'an
Assalamualaikum Wr.Wb
Gimana kabarnya para pembaca maupun pengagum Al-Qur’an, semoga di beri kelimpahan nikmat maupun karunia oleh Allah SWT. Pertama marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat sang Khalik Allah SWT yang telah memberi pencerahan bagi umat manusia di dunia ini, Kedua marilah kita bersholawat kepada Nabi agung, nabi akhir zaman, nabi yang membawa kebaikan bagi umat muslim di dunia, Nabi Muhammad SAW yang telah membawa kita dari jalan kegelapan menuju jalan terang secerah matahari yang bersinar di pagi hari.
Saya ucapkan terima kasih kepada pembaca atas kesempatan waktunya dalam membaca tulisan saya yang belum dari kata sempurna dan saya ucapkan terima kasih juga kepada dosen maupun segala pihak yang telah turut dalam merancang tulisan ini.
Ketika saya mulai membaca Al-Qur’an saya mulai mengerti kenapa Al-Qur’an tersebut disebut sebagai wahyu atau mukjizat yang tak akan hilang maupun diganti oleh apapun dalam jangka waktu kapanpun, karena Al-Qur’an telah dijaga ketika masa pembuatan, penulisan sampai sekarang. Waktu pun berlalu dan saya akhirnya sampai di bangku SMA dan saya di haruskan mondok di pesantren yang sungguh membuat saya tidak bisa berkata apa-apa yaitu Pondok Pesantren Tebuireng di Jombang Jawa Timur, dan kala itu saya mempelajari banyak ilmu baru baik agama maupun umum. Di Pondok saya mempelajari apa itu kitab kuning dan gundul (tidak berkharakat), awalnya saya tidak mengerti sama sekali dengan modal tekun dan bersungguh-sungguh saya akhirnya mengerti juga dan memahami arti maupun maksud dari kitab yang saya pelajari.
3 tahun berselang dan akhirnya saya masuk di bangku perkuliahan yakni di Universitas UIN Sunan Ampel Surabaya (UINSA) di Fakultas Dakwah dan Komunikasi Prodi Bimbingan dan Konseling Islam. Pada pembelajaran mata kuliah Studi Qur’an kelas saya di beri kesempatan untuk mengikuti kuliah umum yang diadakan oleh Prof. Ali Aziz dengan mendatangkan pemateri atau dosen dari luar bersamaan dengan kelas prodi PMI. Ada dua hari dan dua materi berbeda yakni sebagai berikut.
1. Keutamaan Belajar dan Mempelajari Al-Qur’an
Materi yang diberikan oleh Drs. H. Ali Muaffa sungguh bermanfaat bagi semua orang yang berada ditempat rapat atau kuliah tersebut. Menurut beliau banyak sekali masyarakat muslim di Indonesia ini masih beranggapan bahwa mempelajari Al-Qur’an itu sulit dengan begitu beliau menantang kami semua bahwa belajar Al-Qur’an itu mudah dengan metode tilawati yaitu metode ketika kita membaca Al-Qur’an disertakan dengan nada atau lagu Ros. Beliau juga berpendapat bahwa jika mempelajari Al-Qur’an disertai dengan lagu akan memudahkan bagi umat muslim agar lebih memahami sehingga dapat bersungguh-sungguh dalam mempelajari Al-Qur’an lebih dalam lagi. Ada beberapa manfaat dalam membaca Al-Qur’an yaitu:
a. Memudahkan penguasaan materi
b. Membuat senang, semangat
c. Mendapat sunnah Nabi Muhammad SAW
d. Optimalisasi otak (kiri dan kanan)
e. Meningkatkan daya ingatan.
Lagu Ros berupa Datar – Naik – Turun
2. Rumah Al Qur’an LPPIQ (Lembaga Pendidikan dan Pengkajian Ilmu Qur’an)
Pada hari ini kita akan membahas tentang cara mempelajari Al-Qur’an dan pentingnya terjemahan Al-Qur’an oleh Bpk Irwansyah yang mempunyai lembaga pendidikan dan pengkajian Al-Qur’an di Surabaya, Jadi menurut Tirmidzi : “Rasulullah SAW bersabda: Barang siapa membaca satu huruf dari Kitabullah (Al-Qur’an), maka baginya satu pahala kebaikan dan satu pahala kebaikan akan dilipatgandakan menjadi sepuluh kali, aku tidak mengatakan ALIF LAAM MIIM itu satu huruf, akan tetapi ALIF satu huruf, LAAM satu huruf dan LAAM satu huruf”
Wassalamualaikum Wr. Wb.
www.terapisholatbahagia.net

Alhamdulillah, cukup memotivasi untuk terus belajar lagi. Sukses selalu 🙏
BalasHapus